Berita Terbaru Harga Hp Android Samsung Galaxy BlackBerry IPad iPhone Telkomsel Indosat XL SMS BBM Ucapan Selamat Tahun Baru 2015

MUSIM KEMARAU LANDA PAKISTAN 1000 MERAK MATI MENDADAK


Musim Kemarau 1000 Ekor Merak Mati mendadak Di PakistanMUSIM KEMARAU LANDA PAKISTAN 1000 MERAK MATI MENDADAK. Petugas Kementerian Lingkungan Hidup Pakistan mendapati lebih dari 100 burung merak mati misterius di gurun Thar, Provinsi Sindh. Diduga, burung-burung eksotis ini terkena serangan jamur di musim panas. Diberitakan Telegraph, Senin 30 Juli 2012, baca juga MESJID PALING FENOMENAL DI INDONESIA SELURUH DESAIN TATA RUANG LETAKNYA. petugas belum menemukan apa penyebab pasti kematian merak-merak liar tersebut. Namun diduga, penyakit mudah masuk karena merak kelaparan, kepanasan dan tidak adanya air minum yang bersih akibat kemarau panjang.

"Merak liar menjadi sasaran bakteri dan jamur, yang diperparah dengan turunnya imunitas yang menjadikan tubuh mereka tempat subur bagi virus," tulis pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup. Petugas menduga kematian merak-merak itu juga akibat penyakit Newcastle atau yang dikenal di Pakistan dengan nama ranikhet.

"Kami memvaksinasi merak liar untuk melindungi mereka dari virus, untuk mencega kematian merak seperti tahun 2003 akibat ranikhet," kata Lajpat Sharma, petugas kementerian Lingkungan Hidup Pakistan. Penyakit Newcastle adalah wabah mematikan pada burung-burung di seluruh dunia. Jika terkena penyakit ini, burung-burung akan kehilangan nafsu makan, batuk, bersin, diare dan akhirnya mati. Diperkirakan saat ini terdapat 30.000 merak liat di gurun Thar, namun jumlahnya diprediksi menurun akibat buruknya konservasi.

MUSIM KEMARAU LANDA PAKISTAN 1000 MERAK MATI MENDADAK




Klik Like dan mohon dishare ya ...
Link Posting: http://bestseoeasy.blogspot.com/2012/07/musim-kemarau-landa-pakistan-1000-merak.html?m=0
Rating Posting: 100% based on 99999 ratings. 199 user reviews.

MUSIM KEMARAU LANDA PAKISTAN 1000 MERAK MATI MENDADAK

Posted by Best SEO Easy, Published at 2:34 PM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment