Berita Terbaru Harga Hp Android Samsung Galaxy BlackBerry IPad iPhone Telkomsel Indosat XL SMS BBM Ucapan Selamat Tahun Baru 2014

KETUA DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM DISOROT JADI TERSANGKA KASUS HAMBALANG


Anas Urbaningrum Calon Kuat Atas Kasus HambalangKETUA DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM DISOROT JADI TERSANGKA KASUS HAMBALANG. Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada Oce Madril menyatakan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dapat diusut sebagai orang yang terlibat dalam kasus proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor. HEBOH KUMPULAN FOTO  SYAHRINI VS IWAN WINARTO BEREDAR TERBARU. Ia menyatakan posisi Anas sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat memiliki kapasitas sebagai penganjur pengurusan sertifikat tanah Hambalang. "Secara konteks, Anas bisa jadi penganjur atau yang memerintahkan,” kata Oce, Minggu, 3 Juni 2012 kemarin. Pada Mei 2012 lalu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menyatakan KPK memperoleh keterangan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ignatius Mulyono, bahwa Anas membantu pengurusan sertifikat lahan Hambalang seluas 3,2 hektare.

Hal senada diungkapkan Ketua KPK Abraham Samad. Ia mengatakan KPK telah menemukan indikasi keterlibatan Anas dalam kasus ini. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyatakan pertemuan di bilik tatami Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, Jakarta, saat makan siang pada Januari 2010 merupakan pertemuan penting membahas tanah Hambalang. Di situlah, ia bersama Anas, Ignatius Mulyono, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto berbicara tentang tanah Hambalang. “Saya duduk di sini,” katanya kepada Tempo. Nazar bikin denah untuk menggambarkan posisi duduk mereka. “Di sebelah kiri saya Anas. Di depan Anas ada Pak Joyo. Nah, Ignatius Mulyono duduk di depan saya.

” Menurut Nazaruddin, Joyo diundang ke Nippon Kan agar lekas menerbitkan sertifikat tanah. Pada akhir pertemuan, Joyo menjanjikan sertifikat bakal keluar paling lama sebulan lagi. Dua kali disambangi di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, pada pekan pertama Mei lalu, Nazaruddin terus menyeret Anas ke pusaran kasus Hambalang. Menurut Nazaruddin, perjamuan di Nippon Kan itu kelanjutan pertemuan di ruang Anas, beberapa hari sebelumnya. Tak ada sepekan setelah pertemuan di Nippon Kan, kata Nazaruddin, sertifikat itu keluar. Proyek Hambalang yang dirancang sejak 2004 terlunta-lunta. Satu-satunya kendala adalah sertifikat lahan. Persoalan sertifikat itu kemudian disampaikan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dalam pertemuan pada pengujung Desember 2009 di ruangan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, yang dihadiri Nazaruddin dan dua anggota Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat dari Demokrat, Angelina Sondakh dan Mahyuddin. Sehari kemudian, Nazaruddin melaporkan persoalan itu kepada Anas. Selanjutnya, Anas memanggil Mulyono dan meminta dipertemukan dengan Joyo.

Pengacara Anas, Firman Wijaya, menyatakan hal yang berkebalikan dengan pendapat Oce Madril. Menurut dia, tidak logis Anas dilihat sebagai penganjur dalam konteks penerbitan sertifikat Hambalang. Sebab, kata Firman, Anas tidak memiliki keterlibatan dalam kasus itu. "Meski klien saya saat itu ketua fraksi, tidak semudah itu bagi dia meminta sertifikat tanah Hambalang langsung diterbitkan. Badan Pertanahan Nasional harus punya pertimbangan sendiri, terlebih tanah Hambalang kan tanah sengketa," ujarnya.

KETUA DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM DISOROT JADI TERSANGKA KASUS HAMBALANG, Nazar: Anas Mengurus Hambalang di Resto Jepang, Mengurus Tanah Hambalang Sampai ke Dukun, Begini Lika-liku Izin Berliku Hambalang, Mau Tahu Pengawal Nazaruddin di Cipinang?, DPR Diduga Tahu Bengkaknya Anggaran Hambalang 




Klik Like dan mohon dishare ya ...
Link Posting: http://bestseoeasy.blogspot.com/2012/06/ketua-demokrat-anas-urbaningrum-disorot.html
Rating Posting: 100% based on 99999 ratings. 199 user reviews.

KETUA DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM DISOROT JADI TERSANGKA KASUS HAMBALANG

Posted by Best SEO Easy, Published at 10:59 PM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment