"Lima kasus meninggal akibat gizi buruk karena terdapat penyakit bawaan seperti diare, ISPA, dan TBC," kata Taufiq, Selasa, 22 Mei 2012. Dari jumlah kasus gizi buruk itu terbanyak ditemukan di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 81 kasus dan Lombok Barat 61 kasus. Bahkan dari data tersebut sembilan kasus gizi buruk juga ditemukan di Kota Mataram. Angka gizi buruk hingga Maret 2012 ini meningkat dari tahun 2011 pada bulan yang sama yang mencapai 183 kasus gizi buruk dua di antaranya meninggal dunia. Taufiq menjelaskan, meningkatnya temuan kasus gizi buruk di sejumlah Kabupaten di NTB itu salah satunya karena program pekan penimbangan yang dilakukan sejumlah Kabupaten di NTB pada bulan Februari 2012.
Selain itu, meningkatnya angka gizi buruk tersebut juga disebabkan oleh sejumlah faktor di antaranya faktor pola asuh, ketidaktahuan masyarakat. Terkait dengan itu, pemerintah NTB melalui Dinas Kesehatan dan Kabupaten/Kota se NTB melakukan program deteksi dini dengan menggiatkan posyandu. Agar kejadian Desember 2011 lalu tak terulang. Saat itu, kasus gizi buruk di NTB yang terlaporkan mencapai 1.092 kasus, di antaranya 32 kasus gizi buruk mengakibatkan meninggal dunia. "Maka itu semua kepala daerah punya komitmen bersama melakukan berbagai program pencegahan diantaranya adalah pekan penimbangan untuk mendeteksi dini kasus gizi buruk," ujarnya.
KORBAN MENINGGAL BALITA AKIBAT GIZI BURUK DI NTB TERUS BERTAMBAH SETIAP HARINYA, Sahrul dan Sahril Alami Gizi Buruk Berulang, Dua Bocah Gizi Buruk Butuh Bantuan, Dua Balita Gizi Buruk Meninggal di Lombok, Warga Kena Gizi Buruk, Pemda Depok Hanya Diam, Pasien Gizi Buruk Dirawat di RS Koja
Link Posting: https://bestseoeasy.blogspot.com/2012/05/korban-meninggal-balita-akibat-gizi.html
Rating Posting: 100% based on 99999 ratings. 199 user reviews.
Rating Posting: 100% based on 99999 ratings. 199 user reviews.
No comments:
Post a Comment