Berita Terbaru Harga Hp Android Samsung Galaxy BlackBerry IPad iPhone Telkomsel Indosat XL SMS BBM Ucapan Selamat Tahun Baru 2015

IMPIAN INDONESIA MILIKI KERETA SHINKANSEN JAKARTA-BANDUNG HANYA 37 MENIT TERWUJUD 2020

Kereta Shinkansen jurusan Jakarta BandungIMPIAN INDONESIA MILIKI KERETA SHINKANSEN JAKARTA-BANDUNG HANYA 37 MENIT TERWUJUD 2020. Pemerintah Indonesia dan konsultan asal Jepang sedang mengadakan studi kelayakan proyek pembangunan kereta api tahap awal Jakarta-Bandung hingga Desember 2015. Lihat juga Pemilihan Putri Indonesia 2014 : Lima Besar Finalis Putri Indonesia 2014

Kereta Shinkansen atau biasa disebut kereta peluru memberikan pelayanan lebih cepat, nyaman, mudah dan ramah lingkungan. Kereta ini menawarkan kecepatan tinggi hingga 300 kilometer (km) per jam sehingga jarak Jakarta-Bandung dapat ditempuh hanya dalam waktu 37 menit.

Rata-rata keterlambatan Shinkansen hanya satu menit selama kurun waktu 50 tahun sejak diresmikan penggunaannya di Jepang, di samping memiliki teknologi untuk merespon gempa bumi karena dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi gempa bumi dari jarak berkilo-kilo meter jauhnya dengan cara berhenti secara otomotis, bahkan ketika sedang dalam terowongan sekalipun.

Menurut Deputi Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy Priyatna mengatakan, pemerintah Indonesia dan Jepang akan membangun kereta api super cepat jarak Jakarta-Surabaya. Namun penumpang bisa mampir ke Bandung dan Cirebon.

"Rutenya Jakarta-Bandung-Cirebon-Surabaya sepanjang 860 km dan secara detail Jakarta-Bandung membentang 160 km. Tapi untuk tahap awal dimulai dulu dengan pembangunan kereta api Shinkansen Jakarta-Bandung," jelasnya.Rencana proyek kereta super cepat alias Shinkansen Jakarta-Bandung ditargetkan selesai pada tahun 2020. Pihak investor, Japan International Cooperation Agency (JICA) merancang rute kereta ini menghubungkan Stasiun Dukuh Atas di Jakarta dengan Gedebage di Bandung.

"Stasiun Shinkansen direncanakan berlokasi di kawasan Dukuh Atas yang memiliki akses tepat di tengah kota. Sedangkan di Bandung direncanakan di kawasan Gedebage," kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Selain dua stadion tadi, ada juga tiga stasiun pemberhentian, yaitu Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang dan Stasiun Karawang, Jawa Barat. Alasannya karena tiga kawasan tersebut merupakan area industri yang memungkinkan banyak penumpang.

"Jadi ada stasiun pemberhentian juga sebelum menuju Bandung," sebutnya.

Dedy juga mengatakan jalur kereta super cepat ini juga akan terkoneksi dengan rencana bandara baru di Karawang yang kini masih tahap perencanaan.

"Kan ada Bandara Karawang, iya itu bisa saja terhubung," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan pengembangan daerah Lucky Eko Wuryanto di tempat yang sama.

Ia menambahkan Shinkansen Jakarta-Bandung juga akan terhubung dengan transportasi massal di Jakarta. Misalnya akan terkoneksi dengan jaringan Mass Rapid Transit (MRT), Monorel, dan kereta ekspres Bandara Soekarno-Hatta yang bertemu di titik Stasiun Dukuh Atas.

"Iya itu kan bisa terintegrasi dengan moda transportasi di ibukota. Seperti MRT, Monorel, kemudian kereta Bandara. Itu kan sedang dibangun. Semoga pada 2020 semua selesai," paparnya.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy Priyatna, mengungkapkan para konsultan proyek pembangunan Shinkansen di Indonesia mengusulkan patokan harga jual tiket sebesar Rp 200 ribu per orang. Angka tersebut masih berupa usulan dan masih akan dikaji pemerintah

"Saya bilang sih kemahalan dan harus lebih murah dari itu. Mereka (konsultan Jepang) akan mengupayakannya," ujar dia di kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Dedy mengatakan, pemerintah bakal mendorong keterlibatan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ikut menggarap megaproyek kereta super cepat rute Jakarta-Bandung bernilai Rp 53 triliun. Sedangkan pembangunan Jakarta-Surabaya, total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 250 triliun.

"Kalau mau lebih murah dari Rp 200 ribu, pemerintah harus bisa subsidi. Bentuknya bisa subsidi operasi maupun subsidi investasi, misalnya pembangunan infrastruktur dibiayai pemerintah 100% sedangkan yang lainnya swasta atau BUMN," tutur dia.










Klik Like dan mohon dishare ya ...
Link Posting: http://bestseoeasy.blogspot.com/2014/01/impian-indonesia-miliki-kereta.html?m=0
Rating Posting: 100% based on 99999 ratings. 199 user reviews.

IMPIAN INDONESIA MILIKI KERETA SHINKANSEN JAKARTA-BANDUNG HANYA 37 MENIT TERWUJUD 2020

Posted by Best SEO Easy, Published at 11:11 PM and have 0 comments
Comments :

No comments:

Post a Comment